TV Lokal

Widget By: Forantum
Showing posts with label nursing. Show all posts
Showing posts with label nursing. Show all posts

Wednesday, June 2, 2010

Cerebral Contusion (Luka memar pada otak)

Deskripsi
  • Ecchymosis pada jaringan otak terjadi akibat cedera di kepala

Penyebab

  • Cedera yang terjadi secara di sengaja atau tidak di sengaja/lambat atau cepat.
  • Trauma Kepala

Pathophysiology

  • Trauma pada kepala menyebabkan sobek nya atau terplintirnya struktur dan pembuluh darah pada otak, hasilnya terjadi pendarahan pada otak.
  • Gangguan fungsional terjadi dan kemungkinan dalam jangka waktu yang lama.

Hasil Pengkajian

  • pada pasien yang tidak sadar: pucat dan tidak bergerak/sedikit gerakan, perubahan tanda-tanda vital.
  • pada pasien yang sadar: mengamuk
  • Luka pada kulit kepala
  • Hemiparesis

Hasil pemeriksaan/test

  • Computed Tomography (CT) scan menunjukkan daerah terjadinya kerusakan, edema.

Pengobatan/Penatalaksanaan

  • Membebaskan jalan napas pasien dan adequate oksigen dan sirkulasi.
  • Pemasangan IVFD untuk cairan. (Hindari pemakaian Dextrose 5% karena dapat meningkatkan edema cerebral)
  • Memberikan suasana yang tenang.
  • medikasi: nonopioid analgesic
  • Pembedahan: Craniotomy, tergantung dari tingkat keparahan atau lokasi.

Hasil yang di harapkan pada pasien

  • menjaga kestabilan jalan nafas dan ventilasi dan perfusi yang adequate
  • menjaga kestabilan status neurologis
  • mengekspresikan perasaan nyaman dan penurunan nyeri.

Intervensi Keperawatan

  • lakukan pemeriksaan neurologis dan laporkan pada dokter jika terjadi perubahan.
  • jaga kestabilan jalan napas, suctionjika di butuhkan, monitor status oksigenisasi.
  • beri obat sesuai dengan order dari dokter dan awasi jika terjadi efek samping.
  • monitor jika terjadi serangan (seizure) dan awasi pasien dari kemungkinan terjadinya cedera.
  • monitor Tanda-tanda vital dan cek cerebrospinal fluid (CSF) apabila terjadi kebocoran.

Tuesday, June 1, 2010

Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)

Deskripsi
  • bentuk keparahan dari cedera alveolar atau paru-paru
  • bentuk dari edema pulmonary; susah untuk di kenali atau di ketahui
  • tanda Hallmark: Hypoxemia walaupun terjadi peningkatan penambahan oksigen
  • biasa di kenal juga dengan Adult Respiratpry Distress syndrome.

Pathophysiology

  • Terjadi peningkatan permeabilitas membran alveocapillary yang mengakibatkan terjadinya akumulasi cairan di dalam interstitium paru, daerah alveolar, dan sebagian daerrah saluran pernapasan, sehingga paru menjadi kaku atau mengeras.
  • terjadi gangguan ventilasi sehingga terjadi penurunan jumlah oksigen dalam pembuluh darah kapiler pada paru.
  • terjadi peningkatan tekanan kapiler mengakibatkan edema pada interstitial dan alveolar.
  • tekanan pulmonary lebih besar di bandingkan dengan tekanan penutupan alveolar dan alveoli kolaps.

Penyebab

  • Aspirasi isi lambung
  • overdosis obat-obatan
  • Hemodialysis
  • Leukemia
  • Trauma paru langsung atau tidak langsung (lebih sering terjadi)
  • Malaria Tuberculosis akut
  • Menghirup gas beracun
  • keracunan oxygen
  • uremia
  • pancreatitis
  • embolism vena

Temuan dalam Pengkajian

STAGE 1

  • sesak napas
  • normal terjadi peningkatan pernapasan dan denyut nadi
  • suara nafas berkurang

STAGE 2

  • tachypnea
  • batuk kering, dahak berbusa (berdarah, sekresi lengket)
  • kulit dingin dan lembap, tachycardia, tekanan darah meningkat.

STAGE 3

  • pernafasan lebih dari 30 kali/minute, batuk produktif, crackels, dan ronchi.
  • tekanan darah labil, tachycardia, cyanosis.

STAGE 4

  • kegagalan pernafasan akut dengan hypoxia berat, kehilangan
  • Status mental memburuk bahkan koma
  • kulit pucat dan cyanosis, bradychardia, hipotensi.

HASIL TEST

  • Arterial Blood Gas (Analisis Arteri Gas Darah) awalnya menunjukkan penurunan tekanan parsial dari oksigen di arteri (PaO2) kurang dari 60 mmHg dan penurunan tekanan parsial dari carbondioksida di arteri (PaCO2) kurang dari 35 mmHg. kemudian selanjutnya akan menunjukkan peningkatan PaCO2 lebih dari 45 mmHg, level bicarbonate menurun (kurang dari 22 mEq/L), dan penurunan PaO2 meskipun di berikan bantuan oxygen.
  • kultur menunjukan infeksi organisme
  • X-rays dada akan menunjukkan infiltrat bilateral awal dan pada tahap selanjutnya, paru akan terlihat kabur dan gelap.

Penatalaksanaan/Pengobatan

  • pengobatan didasarkan pada penyebab terjadinya ARDS
  • Mengembalikan elektrolit tubuh dan menyeimbangkan asam-basa.
  • Oksigen lembab (humidifier)
  • pembatasan cairan
  • pemasangan NGT
  • medikasi: antimicrobial, bronchodilator, corticosteroid, diuretic, sedative, vasopressor.

Hasil yang di harapkan untuk pasien

  • mempertahankan ventilasi dan perfusi yang adequate
  • mempertahankan jalan nafas pasien
  • melaporkan peningkatan rasa nyaman

Intervensi Keperawatan

  • memberikan obat-abatan untuk menanggulangi keadaan pasien dan memonitor efek samping dari obat tersebut
  • mempertahankan jalan nafas pasien, tracheal suction, dan perawatan endotracheal.
  • Ubah posisi pasien sesering mungkin
  • Berikan cara alternatif untuk berkomunikasi, misalkan dengan buku tulis.
  • monitor status pernafasan (suara nafas dan hasil ABG), karakter sputum, tingkat kesadaran, berat badan, dan hasil lab lainnya.